Menggerakkan Ekonomi, Menjaga Bumi Aksi Nyata Transisi Energi PLN UID S2JB
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- print Cetak

INOVASINEWS.NET – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memandang transisi energi tidak sekadar sebagai upaya pengurangan emisi karbon, melainkan lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.
Kehadiran pembangkit hijau, Energi Baru Terbarukan (EBT), diyakini mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja lokal, dan mengoptimalkan sektor produktif daerah, sehingga menjadi fondasi penting menuju kemandirian ekonomi yang rendah karbon.
PLN percaya bahwa pertumbuhan ekonomi dan dekarbonisasi dapat berjalan beriringan. Kebutuhan listrik industri tetap dipenuhi dengan keandalan tinggi, sembari perlahan didorong beralih ke energi bersih.
Sebagai bagian dari solusi transisi ini, PLN menghadirkan instrumen seperti Renewable Energy Certificate (REC) untuk sektor industri.
“Pengembangan EBT merupakan langkah strategis bagi kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Diksi Erfani Umar, General Manager PLN UID S2JB kepada Ruang Inovasi.
Pemanfaatan potensi tenaga air, panas bumi, biomassa, biogas, dan surya menjadi modal utama perusahaan dalam mengakselerasi transisi energi nasional. Komitmen itu selaras dengan target RUPTL 2025–2034 yang menitikberatkan pada penambahan kapasitas EBT dan sistem penyimpanan energi, sebagai pilar utama ketenagalistrikan Indonesia.
Inovasi utama PLN UID S2JB berfokus pada integrasi EBT secara bertahap dan terukur.
“Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, sifat intermiten EBT dikelola dengan perencanaan operasi yang presisi, sehingga keandalan pasokan listrik tetap terjaga bagi seluruh pelanggan,” ungkap Diksi.
Wilayah Sumatera bagian Selatan, lanjutnya, memiliki kekayaan alam yang melimpah, seperti energi air, panas bumi, biomassa, dan surya.
Guna mengoptimalkan potensi tersebut, PLN UID S2JB berperan sebagai enabler dengan memperkuat infrastruktur sistem jaringan listrik dan mendukung berbagai proyek EBT yang feasible. Kolaborasi aktif terus dijalin bersama pemerintah daerah dan investor guna mempercepat pembangunan pemban gkit EBT.
Pengoperasian berbagai fasilitas energi hijau seperti PLTA, PLTM/PLTMH, PLTBm, PLTBg, dan PLTS oleh Independent Power Producer (IPP) telah berhasil diintegrasikan. Langkah itu mampu mengakselerasi transisi energi, sehingga bauran energi bersih terus meningkat sekaligus menekan emisi karbon.
Kata Diksi, transformasi digital menjadi kunci utama untuk mempercepat integrasi EBT.
“Berkat sistem digital, kita bisa memantau kondisi jaringan secara real-time, mendeteksi kerusakan lebih cepat, dan membuat operasional jauh lebih efisien,” tuturnya.
Selain itu, teknologi seperti smart grid membuat jaringan listrik lebih fleksibel dalam menampung pasokan energi terbarukan.
Ke depan, PLN UID S2JB berfokus pada penguatan infrastruktur, digitalisasi jaringan, kesiapan sistem EBT, dan kolaborasi lintas sektor.
Langkah ini bertujuan menciptakan sistem kelistrikan yang andal, terjangkau, dan rendah emisi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menyukseskan target Net Zero Emission nasional. (RI)
- Penulis: Redaksi
