Berita Terbaru
Beranda » Korporasi » Perjalanan 48 Tahun Jasa Marga Perkuat Transformasi dan Layanan

Perjalanan 48 Tahun Jasa Marga Perkuat Transformasi dan Layanan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • print Cetak
Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). (dok. Jasa Marga)

INOVASINEWS.NET – Pada momen usia ke-48 ini, Jasa Marga menegaskan komitmen untuk mempercepat transformasi, memperkuat implementasi nilai perusahaan, serta meningkatkan kualitas layanan dengan sepenuh hati di seluruh jaringan operasional.

Bagi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, tentu sudah menjadi hal yang lazim memiliki komitmen untuk terus memperkuat konektivitas nasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dengan berperan aktif dalam pembangunan serta pengelolaan infrastruktur jalan tol di Indonesia.

Dengan panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.294 km atau setara 42% dari total jalan tol nasional, Jasa Marga tidak hanya menghadirkan akses yang lebih cepat antarwilayah, tetapi juga turut mendukung kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat.

Keberadaan jaringan jalan tol itu menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan efisiensi distribusi barang serta memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Karena itu, perseroan terus melakukan transformasi digital dan pengembangan fasilitas. Berbagai inovasi, seperti JSMR MOVE, JMTC, aplikasi Travoy, Travoy Rest, TCD atau Travoy Hub, diluncurkan untuk meningkatkan layanan jalan tol dan mengintegrasikan transportasi.

Selain itu, Jasa Marga konsisten menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berprinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga pelestarian kebudayaan.

JSMR MOVE menegaskan komitmen untuk mempertahankan posisi sebagai market leader jalan tol nasional melalui peluncuran budaya kerja Modern, Optimistic, Valuable, Excellent. Inisiatif ini merupakan langkah strategis Perseroan untuk mentransformasi budaya kerja dan layanan dari pendekatan “infra as a structure” menjadi “infra as a culture”, yaitu budaya yang memprioritaskan kepuasan pelanggan, peningkatan kapabilitas human capital, dan optimalisasi operasional.

MELAYANI SEPENUH HATI

JSMR MOVE hadir sebagai bentuk budaya kerja yang diwujudkan dalam bentuk karakteristik Roadster Jasa Marga yang relevan dengan arah strategis dan menjawab tantangan bisnis di masa depan. Dengan JSMR MOVE, Roadster Jasa Marga tidak hanya bekerja, namun juga bergerak dengan makna.

Salah satu wujud nyata dari transformasi pelayanan tersebut adalah penguatan praktik Salam Roadster Melayani, yakni Salam, Senyum, Sapa yang diharapkan menjadi standar interaksi setiap titik layanan kepada pengguna jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan bahwa JSMR MOVE merupakan jawaban strategis atas dinamika ekspektasi pelanggan dan tantangan bisnis di era mobilitas modern.

Dengan total 1.736 KM konsesi jalan tol dan 1.294 KM di antaranya telah beroperasi, transformasi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pengguna jalan yang semakin dinamis dengan menghadirkan keandalan layanan operasional yang mampu memberikan pengalaman yang baik dan berkesan kepada pengguna jalan.

Peringatan HUT ke-48 pada 1 Maret 2026 lalu sekaligus menjadi momentum refleksi bagi Jasa Marga untuk terus memperkuat perilaku layanan melayani sepenuh hati, sehingga menghadirkan cerita perjalanan penuh arti serta mempertegas peran Jasa Marga sebagai penggerak konektivitas nasional yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Sebagai market leader, kita harus terus berinovasi. JSMR MOVE merupakan sebuah komitmen Perseroan untuk bekerja lebih cepat, tepat, bermakna, dan berdampak. Transformasi budaya ini diperlukan agar Jasa Marga mampu memenuhi ekspek tasi pelanggan yang semakin tinggi dan merespons tantangan zaman dengan proaktif,” ujar Rivan.

THE EYE OF TOLLROAD

Dari sisi layanan pelanggan, Jasa Marga terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi dengan mengoptimalkan “Jasa Marga Toll Road Command Center” (JMTC) sebagai pusat kendali lalu lintas jalan tol berbasis Intelligent Transportation System (ITS). JMTC menjadi ‘the eye of tollroad’, yang mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui peralatan deteksi yang terpasang di seluruh ruas jalan tol Jasa Marga Group.

Di antaranya lebih dari 3.500 CCTV, 114 titik Incident Management System (IMS), 285 Global Positioning System (GPS), 7 Weigh in Motion (WIM), 28 Speed Cam, 2 Dynamic Speed Limit, 334 titik Dynamic Message Sign (DMS), dan 246 Traffic Counting yang terdiri dari Radar Sensor dan Intelligence Traffic Analysis (ITA), yang terintegrasi melalui platform Jasamarga Integrated Digitalmap (JID).

Output dari seluruh proses informasi yang ada di JMTC akan diinformasikan kepada pengguna jalan melalui Aplikasi Travoy yang berperan sebagai asisten digital perjalanan di jalan tol.

Travoy dirancang sebagai platform terintegrasi yang menyatukan berbagai layanan dan informasi dalam satu aplikasi, sehingga pengguna dapat memperoleh data real time, akurat, dan mudah diakses.

Aplikasi Travoy membantu pengguna merencanakan perjalanan secara lebih matang melalui fitur informasi kondisi lalu lintas real time, estimasi waktu tempuh, informasi rute dan tarif tol, resi digital, lokasi dan fasilitas rest area, hingga akses bantuan saat dibutuhkan. Selain penguatan ekosistem digital, Jasa Marga juga terus meningkatkan kualitas layanan Travoy Rest yang berkelanjutan untuk menghadirkan rest area yang nyaman dan berstandar tinggi.

Penyempurnaan fasilitas dan pelayanan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, sehingga pengalaman beristirahat selama perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Guna menjaga komitmen keberlanjutan di Travoy Rest, Jasa Marga melakukan berbagai inisiatif strategis melalui penataan ruang terbuka hijau, pengelolaan lanskap yang tertata, serta penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah.

Upaya ini merupakan bagian dari transformasi infra as culture, di mana infrastruktur tidak hanya berfungsi secara fisik, namun juga membangun nilai, kenyamanan, dan kualitas hidup yang lebih baik. Dalam perkembangannya, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Related Business (JMRB) mengembangkan Toll Corridor Development (TCD) Taman Mini atau Travoy Hub. Peresmian LRT Jabodebek menandai berjalannya operasional Travoy Hub sebagai pengembangan yang berbasis transit, atau Transit-Oriented Development (TOD) pertama di Indonesia.

Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT JMRB Bayu Nurbaya mengatakan, pada prinsipnya Travoy Hub merupakan pengembangan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang memadukan Stasiun LRT Taman Mini dengan pusat bisnis dan gathering point.

Travoy Hub sebagai tempat pemberhentian dan interkoneksi antar-moda transportasi, dapat menjadi penghubung bagi berbagai moda transportasi publik seperti LRT Jabodebek, bus Trans Jakarta, Jak Lingko, serta pengguna akses jalan tol, sehingga Travoy Hub akan menjadi semacam pusat mobilitas bagi masyarakat.

“Travoy Hub dapat menjadi pusat meeting dam gathering baru di kawasan Jakarta Timur, karena akan dilengkapi oleh sejumlah tenant food and beverage, banking, salon, retail, farmasi, dan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komuter dan masyarakat umum. Kami juga mendukung program pemerintah dalam memberdayakan UMKM, sehingga para pelaku UMKM akan diakomodir dengan disediakan sejumlah lokasi usaha di Travoy Hub,” ungkap Bayu.

TJSL, ESG DAN PEMBERDAYAAN

Selain itu, Jasa Marga konsisten menjalankan program TJSL dan Pemberdayaan Berkelanjutan. Diantaranya, Jasa Marga secara konsisten memberikan pendampingan, pelatihan (termasuk sertifikasi halal), dan memfasilitasi pemasaran produk UMKM lokal agar mandiri secara ekonomi dan melestarikan budaya.

Program TJSL di Desa Binaan Sekitar Jalan Tol Akses Patimban, dilaksanakan di sekitar area konstruksi jalan tol, program ini berfokus pada penyuluhan tata kelola sampah rumah tangga, pembuatan lubang biopori, dan penghijauan. Tujuannya untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

Langkah tersebut mendapat pengakuan nasional. Misalnya pada Juni 2025, Jasa Marga berhasil meraih lima penghargaan dalam ajang Penghargaan UMKM BUMN Award 2025. Hal ini membuktikan konsistensi perusahaan dalam mendukung UMKM untuk naik kelas. Sebelumnya, Jasa Marga menerima predikat Gold pada Pilar Sosial, menegaskan komitmen dalam memberi dampak positif bagi masyarakat.

Prinsip ESG Berkelanjutan, seluruh program TJSL dan operasional perusahaan dijalankan dengan prinsip keberlanjutan yang mencakup pelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (ESG).

Penghargaan Indonesia Green Awards (IGA), sebagai apresiasi atas program lingkungan seperti pengolahan sampah terpadu di Rest Area Travoy, Jasa Marga secara konsisten memperoleh pengakuan di ajang IGA setiap tahunnya. (RI)

  • Penulis: Redaksi
expand_less