Listrik Merata, Ekonomi Daerah Berdaya Bersama PLN UID Kalselteng
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- print Cetak

INOVASINEWS.NET – PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) memperluas akses listrik di wilayah pelosok dan menembus tantangan geografis melalui Program Listrik Desa, dan pembangunan infrastruktur transmisi didukung oleh pemetaan wilayah prioritas. Strategi utamanya meliputi perluasan jaringan distribusi serta kolaborasi pemangku kepentingan guna menjamin pemerataan listrik yang andal hingga ke daerah pelosok dan menantang.
Strategi tersebut terbukti meningkatkan akses listrik secara signifikan di Kalselteng. Saat ini, Rasio Elektrifikasi mencapai 97,31%, meliputi 99,69% di Kalsel dan 94,93% di Kalteng. Ini melayani lebih dari dua juta pelanggan PLN. Sementara itu, Rasio Desa Berlistrik mencapai 91,55% dengan 3.319 desa yang telah teraliri listrik. Angka tersebut terus meningkat seiring berlanjutnya pembangunan listrik desa yang hingga kini menunjukkan progres yang positif di berbagai wilayah dan akan terus dilanjutkan untuk memperluas jangkauan.
“Cakupan listrik desa terus meningkat seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur kelistrikan yang progresif di berbagai wilayah,” tegas Iwan Soelistijono, General Manager PLN UID Kalselteng kepada Ruang Inovasi.
Tantangan utama pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah terpencil meliputi kondisi geografis yang beragam, aksesibilitas terbatas, dan jarak yang jauh antara pusat beban dan jaringan eksisting. Hal ini menyebabkan tingginya biaya mobilisasi material.
Untuk mengatasinya, PLN melakukan perencanaan matang melalui survei teknis, pemetaan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan pembangunan dapat berjalan secara efektif. Sementara untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN terus melakukan penguatan jaringan, pemeliharaan infrastruktur, digitalisasi pemantauan, dan peningkatan kesiapsia- gaan personel.
Guna menghadirkan layanan cepat, mudah, dan transparan, PLN memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini hadir sebagai one-stop solution yang melayani pasang baru, tambah daya, pembelian token, pembayaran tagihan, pengaduan gangguan, hingga layanan kendaraan listrik dalam satu aplikasi.
Di sisi operasional, PLN juga memanfaatkan teknologi digital memantau sistem kelistrikan secara realtime untuk merespons gangguan dengan cepat. Lebih dari 2,1 juta pelanggan di Kalsel dan Kalteng telah mengunduh PLN Mobile, membuktikan meratanya akses hingga pelosok.
Berbagai upaya strategis tersebut, memastikan masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati listrik yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari.
Di sektor ekonomi, kehadiran listrik menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat memperpanjang jam operasional. Di sektor pendidikan, listrik berperan krusial dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Begitupun pada fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, dan layanan publik lainnya kini dapat beroperasi lebih optimal untuk melayani masyarakat.
“Elektrifikasi tidak hanya menghadirkan energi, tetapi juga menjadi katalisator pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Iwan. (RI)
- Penulis: Redaksi
