Lawan Rentenir, PNM Mekaar Berdayakan Ekonomi Akar Rumput
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- print Cetak

INOVASINEWS.NET – Pelaku usaha ultra mikro di Indonesia seringkali terjebak dalam lingkaran setan pinjaman informal atau rentenir. Keterbatasan dokumen resmi, ketiadaan agunan, serta minimnya akses ke ekosistem perbankan formal memaksa para pedagang kecil dan perempuan prasejahteta mengambil jalan pintas.
Menjawab tantangan sistemis ini, PT Permodalan Nasional Madani atau PNM (Persero) hadir sebagai penyelamat melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Program ini didesain khusus untuk memberikan pembiayaan inklusif yang aman, terjangkau, sekaligus memutus ketergantungan masyarakat terhadap lintah darat.
Rentenir menjerat korban dengan bunga mencekik dan penagihan yang intimidatif. Sebaliknya, PNM Mekaar menawarkan sistem pembiayaan berbasis kelompok tanpa agunan yang sangat meringankan.
Bahkan, sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap ekonomi akar rumput, tingkat bunga pinjaman Mekaar telah disubsidi secara signifikan guna menekan beban modal usaha mikro. Pembiayaan ini juga dilengkapi dengan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) yang membangun kedisiplinan finansial dan solidaritas antarnasabah.
Keberhasilan PT PNM (Persero) dalam mengikis dominasi rentenir tercermin jelas dari masifnya skala operasional program ini. Hingga kini, PT PNM (Persero) telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di 6.165 kecamatan dengan dukungan 58 kantor cabang di seluruh penjuru Indonesia.
Jaringan yang luas itu memastikan bahwa masyarakat di pelosok pedesaan maupun pinggiran kota mendapatkan alternatif permodalan yang legal dan protektif.
Satu hal yang membedakan program Mekaar dengan pinjaman biasa adalah komitmennya pada aspek edukasi. PT PNM (Persero) mengintegrasikan modal finansial dengan modal intelektual secara konsisten.
Sepanjang tahun 2025, PT PNM (Per sero) sukses menggelar 52.394 pelatihan yang diikuti oleh 1.853.170 peserta. Melalui pelatihan pengelolaan keuangan, pengemasan produk, hingga literasi digital, pelaku usaha mikro dibekali kemampuan untuk meningkatkan pendapatan mereka secara mandiri.
Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berjalan optimal melalui akses modal dan pendampingan yang konsisten. Dengan memperkuat kompetensi serta kapasitas usaha nasabah perempuan, PNM Mekaar tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial sementara.
Program Mekaar telah menjadi benteng ekonomi yang kokoh bagi jutaan keluarga prasejahtera untuk tumbuh mandiri, naik kelas, dan sepenuhnya terbebas dari jerat kelam rentenir.
Selly, salah satu nasabah PNM Mekaar asal Depok yang telah merasakan manfaat Mekaar pada usaha salon dan parfumnya. Ia menilai pembiayaan dan pelatihan PNM Mekaar memberinya rasa aman karena tidak sekadar menerima modal, tetapi juga didampingi dalam mengelola usahanya.
Berkat dukungan PT PNM (Persero), ia mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga, menyekolahkan anak, hingga aktif dalam kegiatan sosial.
“Jangan sampai terjebak rentenir. Lebih baik ikut PNM Mekaar yang terbukti memajukan usaha saya dan menyejahterakan keluarga,” ujar Selly. (RI)
- Penulis: Redaksi
