ENSIA 2026 Hadir Kembali, SUCOFINDO Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- print Cetak

INOVASINEWS.NET – PT SUCOFINDO (PERSERO) resmi meluncurkan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026, sebuah ajang apresiasi yang mendorong lahirnya inovasi-inovasi terbaik di bidang lingkungan dan sosial dari berbagai sektor usaha di Indonesia. Peluncuran ENSIA 2026 menjadi bagian dari komitmen SUCOFINDO dalam memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan sekaligus mendorong kontribusi dunia usaha dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Communities”, ENSIA 2026 diharapkan menjadi wadah bagi perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, mengatakan bahwa peluncuran ENSIA 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas gerakan inovasi keberlanjutan di Indonesia.
“ENSIA merupakan bentuk komitmen SUCOFINDO dalam mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi dan mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan dan sosial. Melalui ENSIA 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya solusi-solusi inovatif yang mem berikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis,” ujar Sandry.
“Melalui ENSIA 2026, kami berharap semakin banyak perusahaan yang menunjukkan praktik-praktik terbai knya dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, memperkuat ketahan an masyarakat, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi dunia usaha,” tambahnya.
Sebagai rangkaian peluncuran ENSIA 2026, SUCOFINDO menyelenggarakan Cerita Bersama SUCOFINDO (Carbon Talk) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, lembaga riset, dan sektor industri untuk membahas tantangan serta peluang dalam menghadapi perubahan iklim.
Dalam sesi tersebut, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Franky Zamzani, memaparkan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, hingga ekosistem. Karena itu, penguatan kapasitas adaptasi menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak, memaparkan pentingnya riset dan inovasi dalam mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan memerlukan pendekatan berbasis sains agar menghasilkan solusi yang terukur dan berdampak.
Andes Hamuraby Rozak melanjutkan bahwa Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions) menjadi tren sebagai upaya perlindungan, pemanfaatan secara bijaksana, serta pemulihan ekosistem.
Pada kesempatan yang sama, Senior Staff General Affairs & CSR PT Smelting, Rachmayani, menekankan pentingnya peran sektor usaha dalam mendukung pengendalian perubahan iklim melalui kolaborasi dengan masyarakat. Menurutnya, dunia usaha dapat berkontribusi melalui berbagai program lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, hingga pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (SP/RI)
- Penulis: Redaksi
