Berita Terbaru
Beranda » Nasional » Kemenperin: Industri Kemasan Jadi Kunci Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kemenperin: Industri Kemasan Jadi Kunci Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 50 menit yang lalu
  • print Cetak
Dok. Humas Kementerian Perindustrian

INOVASINEWS.NET – Seiring perkembangan industri dan perubahan perilaku konsumen, fungsi kemasan kini semakin strategis, tidak hanya sebagai pelindung produk tetapi juga menjadi elemen penting dalam meningkatkan citra, nilai tambah, dan daya saing produk di pasar. Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, kemasan mampu menjadi media komunikasi visual yang efektif dalam membangun identitas merek serta menarik minat konsumen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, desain kemasan yang berkualitas memiliki peran besar dalam memperkuat posisi produk lokal, khususnya produk industri kecil dan menengah (IKM), agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

“Kemasan yang berkualitas dan berdaya saing tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi representasi kualitas dan identitas sebuah brand. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pelaku IKM dalam pengembangan desain merek dan kemasan perlu terus dipacu agar produk lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/5).

Menurut Menperin, pemilihan material, desain visual, informasi label, hingga aspek keberlanjutan kini menjadi faktor penting yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli suatu produk. Karena itu, inovasi kemasan menjadi kebutuhan penting bagi pelaku IKM untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

Menperin juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem industri kemasan nasional. “Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan desainer diperlukan untuk mengakselerasi terciptanya inovasi kemasan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan dan relevan dengan tren global,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan kualitas kemasan produk IKM, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) telah membentuk Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) sejak tahun 2003.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, keberadaan KDMK menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk IKM nasional.

“KDMK hadir untuk membantu IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produk, teknologi kemasan, serta pengembangan desain kemasan dan label sesuai regulasi, hingga fasilitasi bantuan cetak kemasan,” ujar Reni pada acara Pemberian Penghargaan INPACK Award di Cikarang, Rabu (29/4).

Lebih lanjut, Reni menyampaikan bahwa pengembangan desain merek dan kemasan perlu disesuaikan dengan karakteristik target konsumen sekaligus memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.

“Masing-masing segmen pasar memiliki preferensi, kebutuhan, dan pendekatan visual yang berbeda. Oleh karena itu, desain merek dan kemasan produk IKM perlu mampu merepresentasikan identitas produk sekaligus menjawab ekspektasi konsumen pada setiap target pasar,” tuturnya.

Sejak periode 2015 hingga April 2026, jumlah IKM yang telah menerima fasilitasi perbaikan desain kemasan tercatat sebanyak 2.131 IKM, sedangkan penerima bantuan cetak kemasan mencapai 679 IKM.

“Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap dukungan pengembangan desain dan inovasi kemasan sebagai bagian dari strategi penguatan usaha,” terang Reni.

Dalam upaya meningkatkan kualitas kemasan IKM, KDMK juga aktif membangun ekosistem industri kemasan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah melalui rumah kemasan, industri besar, sektor swasta, institusi pendidikan, hingga asosiasi terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan usaha yang mendukung inovasi dan mempermudah akses pelaku IKM dalam meningkatkan kualitas produknya.

Selain itu, pelaku industri juga dapat memanfaatkan berbagai fitur dan informasi terkait kemasan melalui platform e-Kemasan yang dapat diakses melalui website e-Klinik Desain Merek dan Kemasan.

“Dalam platform e-Kemasan, pelaku IKM dapat mengajukan fasilitasi desain secara online. Selain itu, tersedia direktori rumah kemasan yang tersebar di seluruh Indonesia lengkap dengan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi,” jelas Reni.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKMA turut mengapresiasi penyelenggaraan Kompetisi Desain Kemasan Indonesia INPACK Award 2025–2026 yang diinisiasi oleh First Packaging Asia bersama Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia. Kompetisi tingkat nasional tersebut diikuti oleh 163 peserta dari seluruh Indonesia dengan tujuan meningkatkan kreativitas, inovasi, serta pengembangan solusi kemasan berkelanjutan di Indonesia.

Menurut Reni, INPACK menjadi wadah sinergi antara industri, akademisi, desainer, dan generasi muda kreatif dalam menghadirkan inovasi kemasan yang relevan dengan perkembangan tren pasar global.

“Desain kemasan saat ini dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyeimbangkan aspek estetika, fungsionalitas, keberlanjutan, serta efisiensi biaya. Melalui kegiatan ini, saya berharap lahir berbagai inovasi kemasan yang mampu menjawab preferensi konsumen yang semakin memperhatikan isu lingkungan, perkembangan teknologi, serta pengalaman pengguna. Hal tersebut menjadikan desain kemasan sebagai elemen strategis dalam meningkatkan daya saing dan memenangkan persaingan pasar,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi
expand_less