OJK Minta Sektor Keuangan Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta sektor jasa keuangan nasional meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi atau Kiki, mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan domestik hingga kini masih terjaga. Namun, sejumlah risiko eksternal tetap perlu diantisipasi.
“Perekonomian global masih menunjukkan kinerja yang relatif baik sejalan dengan penguatan kinerja manufaktur global dan tren pemulihan indeks keyakinan konsumen,” ujar Kiki dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), 3 Maret 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya peningkatan tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi pada awal 2026, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Dinamika kebijakan perdagangan di Amerika Serikat juga disebut menjadi faktor risiko tambahan.
“Peningkatan tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi tersebut menjadi downside risk yang berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global,” tegasnya.
OJK meminta industri keuangan memperkuat manajemen risiko, khususnya dalam mencermati potensi dampak konflik terhadap kondisi debitur, likuiditas, serta stabilitas pasar keuangan domestik.
“Kami minta untuk terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan juga di pasar keuangan,” tandas Kiki.
OJK menegaskan akan terus memonitor perkembangan global dan memastikan koordinasi dengan otoritas terkait guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah dinamika geopolitik dunia.
- Penulis: Redaksi



