Wujudkan Energi Berkeadilan, Inovasi dan Strategi PLN UP3 Merauke Hadirkan Listrik Andal Hingga Pelosok
- account_circle Abdillah
- calendar_month Kam, 4 Des 2025

PT PLN (Persero) UP3 Merauke membuktikan komitmennya mewujudkan “Energi Berkeadilan” dengan menghadirkan listrik hingga ke pelosok wilayahnya. Berbagai tantangan geografis yang sulit serta keterbatasan akses menjadi motivasi untuk melakukan inovasi dan strategi khusus.
INOVASINEWS.NET – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berulang kali menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyediaan akses listrik bagi seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri. Dalam implementasinya, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayan Pelanggan (UP3) Merauke telah mewujudkan “Energi Berkeadilan” dengan menghadirkan listrik hingga ke pelosok wilayah kerjanya–mencakup Kabupaten Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.
Berbagai tantangan geografis yang sulit dan keterbatasan akses di wilayah kerjanya, menjadi motivasi untuk melakukan inovasi dan menerapkan strategi khusus. Inovasi dan strategi ini meliputi lima komponen.
AKSES DAN PEMERATAAN
Guna memperluas jaringan listrik ke desa-desa pelosok, PLN UP3 Merauke dihadapkan pada sejumlah infrastruktur dan sebaran geografis yang cukup berat. Tantangan di lapangan berupa akses ke setiap desa terpisah oleh rawa atau sungai. Perlu waktu satu hari untuk mencapainya dengan biaya mobilisasi yang mahal. Sebab harus menyewa perahu atau halux, ditambah lagi “Perizinan Adat Pemanfaatan Lahan Kampung”.
Sementara isu strategis elektrifikasi pelosok desa yang berupa peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) dan pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk pelosok kampung di wilayah kerja UP3 Merauke menjadi tanggung jawab bersama dengan UP2K Papua Selatan.
Untuk mengatasi tantangan itu, PLN UP3 Merauke memiliki tiga (3) strategi utama. Pertama, secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian ESDM dengan UP2K Papua Selatan melalui program Listrik Desa (Lisdes) untuk prioritas kelistrikan.
Kedua, masifikasi penggunaan teknologi inovasi internal PLN, yaitu LTHSE/SPEL atau SuperSUN untuk melistriki wilayah pelosok dengan akses terbatas.
Ketiga, melakukan segmentasi wilayah menurut aksesibilitas. Antara lain: mudah terhubung ke jaringan eksisting, terjangkau lewat ekstensi jaringan menengah, dan hanya bisa microgrid/off-grid (PLTS). Hal ini untuk memastikan infrastruktur tepat guna dalam penyaluran listrik sehingga meminimalisir kemubaziran.
Hasilnya, saat ini sudah tersedia listrik desa berbasis PLTS Off-Grid; Listrik Desa PLTD Kecil; serta Program Elektrifikasi Sekolah, Fasilitas Kesehatan Kampung, dan lainnya. “Fokus utama dari UP3 Merauke hadir dalam melayani masyarakat untuk dapat menikmati listrik tidak hanya pada memperluas jaringan listrik, namun dukungan infrastruktur strategis yang hemat, hijau, handal, dan inklusif,” kata Heri Sutino, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Merauke.
INOVASI TEKNOLOGI
Fondasi utama dalam menghadirkan listrik berkeadilan di wilayah Merauke yang tersebar luas adalah memanfaatkan kombinasi teknologi konvensional dan terbarukan agar solusi dapat berjalan berkelanjutan dan efisien. Tentunya juga dapat menjawab tantangan akses geografis yang sulit, sehingga optimalisasi investasi dan maksimalisasi dampak dapat tercapai.
Melalui kerja keras PLN UP3 Merauke, saat ini elektrifikasi sudah mencapai wilayah terpencil. Teknologi konvensional yang digunakan berupa PLTD–PLTD Kecil. Terdapat 36 lokasi yang masih menggunakan Mesin PLTD kecil sebagai sumber listrik utama dan menuju Program ‘De-Dieselisasi’ demi mendukung
NZE 2060 PLN.
Sedangkan energi terbarukan, berbasis energi bersih dan hijau untuk keberlanjutan lingkungan, mencakup potensi SuperSUN, PLTS Off-Grid, BESS. Secara keseluruhan, wilayah Merauke memiliki
potensi radiasi matahari rata-rata lebih dari 4,5 kWh/m² per hari (sb. Solar Global)
“Dengan pendekatan teknologi yang adaptif ini, PLN UP3 Merauke memastikan setiap inovasi bukan hanya modern, tetapi tepat guna, tepat tempat, dan tepat dampak, serta fokus pada mengurangi emisi karbon. Memang sistem microgrid dan hybrid belum diterapkan di Merauke,” jelas Heri.
EFISIENSI DAN KEANDALAN
Hadirnya listrik ke desa tidak cukup hanya dengan “menyambung kabel”, PLN UP3 Merauke memastikan setiap sambungan memberikan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Untuk mencapainya, PLN UP3 Merauke menerapkan empat prinsip utama, yakni: perencanaan desain tepat guna, program pelayanan, kepastian rantai pasok, dan pemanfaatan teknologi.
Pemanfaatan teknologi mencakup empat elemen. Pertama, Penggunaan Transformator LAS (Load Automatic Stabilizer) dengan TMU (Terminal Monitoring Unit) untuk menjawab kebutuhan pelanggan dengan beban fluktuatif dan tegangan drop di ujung jaringan serta monitoring real time melalui sistem web. Kedua, penggunaan EWS (Early Warning System) untuk mendeteksi dini gangguan yang terjadi di Kubikel–Kubikel yang tersebar, seperti di PLTD Bupul.
Ketiga, Digitalisasi Monitoring Operasional Lisdes (SIMDES) dengan menggunakan aplikasi berbasis appsheet yang sudah diterapkan di PLTD Tanah Merah, operational BBM dan monitoring beban puncak dapat dilacak secara transparan sehingga pasokan listrik terjamin. Keempat, Penggunaan PMFI (Pole Mounted Fault Indicator) yang diterapkan Lisdes Mindiptana untuk melokalisir gangguan agar tidak meluas.
Pada akhirnya, dengan manajemen operasional berbasis data dan pelibatan SDM lokal, UP3 Merauke berkomitmen bahwa listrik di pelosok kini tidak hanya hidup, tapi hidup dengan kualitas yang andal.
KOLABORASI DAN PEMBERDAYAAN LOKAL
PLN UP3 Merauke melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga lokal dalam pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil. PLN menjalin kemitraan dengan Pemkab Merauke, Boven Digoel, dan Mappi untuk mendukung perizinan lahan, bantuan transportasi logistik, dan
sinkronisasi program Lisdes dengan Rencana Induk Pembangunan Daerah.
Di samping dengan Pemda, PLN UP3 Merauke melibatkan masyarakat lokal dan menggandeng sejumlah universitas dan SMK bidang kelistrikan. Sementara kepada masyarakat luas, PLN UP3 Merauke menjalankan program TJSL Keberlanjutan yang dilakukan pasca-elektrifikasi.
“Kolaborasi lintas pihak ini merupakan bentuk komitmen UP3 Merauke dalam pembangunan energi bukan hanya infrastruktur, tetapi juga proses pemberdayaan sosial-ekonomi dan pelibatan masyarakat langsung,” terangnya.
DAMPAK DAN ROADMAP JANGKA PANJANG
Dampak nyata sudah dirasakan masyarakat pelosok setelah listrik hadir, mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan. Sementara rencana jangka panjang yang disusun sebagai bentuk komitmen UP3 Merauke adalah mendorong akses listrik inklusif dan meningkatkan Indeks Pertumbuhan daerah serta kontribusi di tiga sektor utama, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. (RI)
- Penulis: Abdillah



