Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Wapres Gibran: 11 Juta Santri Pondok Pesantren Kekuatan Sosial-Ekonomi Masa Depan

Wapres Gibran: 11 Juta Santri Pondok Pesantren Kekuatan Sosial-Ekonomi Masa Depan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 7 jam yang lalu
Dok. Istimewa

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyebut 11 juta santri yang tersebar di 42.000 pondok pesantren (ponpes) sebagai kekuatan sosial-ekonomi masa depan bangsa.

Menurut Gibran, pesantren memiliki potensi besar yang terus berakar di tengah masyarakat dan tumbuh dari tradisi panjang serta semangat perjuangan.

“Saat ini ada lebih dari 42.000 pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri di dalamnya. Ini bukan sekadar angka, ini adalah kekuatan sosial-ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan,” ujar Gibran, dikutip dari tayangan YouTube GibranTV, Sabtu (21/2/2026).

Ia menegaskan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, melainkan juga warisan peradaban tempat ilmu dan akhlak dipadukan. Dari pesantren, lanjutnya, telah lahir banyak tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, ulama besar, pemimpin umat, hingga wirausahawan yang menggerakkan ekonomi masyarakat.

Menurut Gibran, pesantren juga berperan dalam membangun kemandirian ekonomi santri. Selain mendalami ilmu agama, para santri dibekali keterampilan praktis di berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, konveksi, hingga industri halal.

Salah satu contoh keberhasilan tersebut adalah unit usaha Jitu Printing dari Ponpes Edi Mancoro di Semarang yang mampu menghasilkan produk digital printing berkualitas dan digunakan oleh perusahaan di Belanda.

“Ini adalah bukti bahwa pesantren sebenarnya memiliki kemampuan menghasilkan produk yang mampu menembus pasar internasional,” kata Gibran.

Atas dasar potensi tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pengembangan pondok pesantren serta menjadikannya bagian dari agenda strategis pembangunan nasional.

  • Penulis: Redaksi
expand_less