Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Purbaya Sebut Ekonomi RI Tetap Terkendali di Tengah Perang Iran vs AS-Israel

Purbaya Sebut Ekonomi RI Tetap Terkendali di Tengah Perang Iran vs AS-Israel

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 8 jam yang lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Dok. Istimewa)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup solid di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rangkaian diskusi Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Selasa malam (3/3/2026).

Tax Collection Tumbuh 30 Persen

Purbaya mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pemerintah turut mengkaji berbagai skenario apabila krisis global berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Menurutnya, hasil analisis terkini menunjukkan situasi masih terkendali. Salah satu indikator utama adalah kinerja penerimaan pajak yang menunjukkan perbaikan signifikan.

“Karena tax collection kita juga membaik, Januari–Februari kan tumbuhnya 30 persen. Itu angka yang signifikan sekali, artinya ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, pajak dan bea cukai,” ujarnya.

Pertumbuhan penerimaan pajak pada dua bulan pertama tahun ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap aktivitas ekonomi domestik serta kepatuhan perpajakan.

Simulasi Harga Minyak Dunia

Menanggapi potensi dampak perang Iran versus AS–Israel yang dapat memicu lonjakan harga energi, Purbaya menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai simulasi, khususnya terkait asumsi harga minyak dunia dalam APBN.

“Pokoknya kita hitung simulasi harga minyak level tertentu ya setahun, untuk anggaran setahun ini. Jadi masih bisa di-absorb kalau harga minyak naik,” jelasnya.

Ia menekankan, selama kenaikan harga minyak masih berada dalam rentang asumsi makro yang telah diperhitungkan dalam APBN, tekanan tersebut masih dapat diserap oleh fiskal negara.

Namun demikian, pemerintah tetap siaga melakukan evaluasi ulang apabila terjadi lonjakan ekstrem yang melampaui skenario dasar.

“Kalau terlalu tinggi, tapi kalau ekstrem sekali akan kita hitung ulang,” pungkasnya.

Pemerintah memastikan akan terus memantau dinamika global secara ketat guna menjaga stabilitas fiskal dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik.

  • Penulis: Redaksi
expand_less