Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menteri Kehutanan Raja Juli Tegaskan Pelajar Harus Terus Menjadi Penjaga Ilmu dan Alam

Menteri Kehutanan Raja Juli Tegaskan Pelajar Harus Terus Menjadi Penjaga Ilmu dan Alam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025
Dok. Istimewa

INOVASINEWS.NET –  Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menghadiri peringatan Milad ke-107 Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya kemampuan Mu’alimin tidak hanya beradaptasi, tetapi juga bersikap antisipatif terhadap pesatnya perubahan zaman.

Raja Juli menyoroti perubahan besar dalam cara masyarakat mencari kebenaran. Ia menyampaikan bahwa kini banyak orang lebih mempercayai mesin pencari atau kecerdasan buatan ketimbang ulama, kiai, maupun forum keagamaan formal.

“Perdebatan kebenaran tidak lagi dilakukan melalui forum Tarjih yang membandingkan berbagai rujukan. Sekarang, apa yang viral sering kali langsung dianggap benar,” ujar Raja Juli dalam sambutan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (7/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa kita telah masuk ke era post-truth, yaitu masa ketika pengetahuan ilmiah yang dibangun oleh lembaga pendidikan selama puluhan hingga ratusan tahun dapat tergeser oleh opini singkat dan informasi cepat dari media sosial.

Dalam situasi seperti ini, ia memberikan pesan khusus kepada para santri Mu’alimin untuk tetap menjadi kelompok tafaqquh fiddin, yakni mereka yang mendalami ilmu agama secara serius. Ia menegaskan bahwa profesi apa pun boleh dijalani, namun tetap dibutuhkan sekelompok orang yang menjaga kedalaman ilmu keagamaan.

“Meskipun kalian bisa menjadi dokter, insinyur, bidan, atau wirausaha, tetap harus ada yang memilih jalan tafaqquh fiddin,” ujarnya. “Mereka inilah yang bertugas memberikan pencerahan dan pandangan keagamaan yang relevan dan berkemajuan.”

Dalam acara tersebut, Menteri Kehutanan juga menyampaikan duka cita atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan para korban, relawan, dan aparat yang tengah bekerja memulihkan kondisi di lapangan.

Terkait bencana tersebut, Raja Juli menjelaskan bahwa pemerintah memperkuat langkah penegakan hukum, termasuk penggunaan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO), operasi lapangan, serta rencana pencabutan sekitar 20 izin PBPH yang berkinerja buruk. Pemerintah juga menyiapkan anggaran rehabilitasi lahan kritis sebesar Rp29,07 miliar untuk tiga provinsi terdampak pada 2026.

Upaya reformasi lainnya mencakup digitalisasi satu peta kehutanan, percepatan pengakuan hutan adat, revisi UU 41/1999, pembentukan Satgas DAS lintas kementerian/lembaga, serta pengembangan sistem peringatan dini banjir.

Kementerian Kehutanan meyakini bahwa menjaga hutan merupakan bagian dari menjaga identitas dan kedaulatan bangsa. Hutan bukan hanya sumber air dan energi, tetapi juga benteng ekologi yang harus dilindungi bersama. Dalam konteks itu, ia menyebut Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai benteng moral dan sosial.

Menutup sambutan, Raja Juli mengajak Mu’alimin untuk terus menghidupkan semangat pendidikan progresif yang diwariskan KH Ahmad Dahlan. Ia menilai Mu’alimin memiliki modal sejarah kuat untuk mencetak kader bangsa yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi perubahan zaman.

  • Penulis: Redaksi
expand_less