Menko Muhaimin Tegaskan Paradigma Baru Penanggulangan Kemiskinan: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sel, 9 Des 2025

INOVASINEWS.NET – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanganan kemiskinan melalui pendekatan baru yang berfokus pada kemandirian dan pemberdayaan keluarga.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Wisuda Graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos PKH/Sembako melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi di Pusdiklat Bangprof, Jakarta Selatan, Senin (08/12/2025).
“Tujuan utama pembangunan nasional adalah menciptakan keadilan dan kesejahteraan. Wujudnya adalah masyarakat yang mandiri, berdaya, dan terus meningkatkan produktivitas sehingga menjadi warga yang kuat,” ujar Menko Muhaimin.
Ia memberikan apresiasi kepada 332 keluarga yang berhasil lulus dari status penerima bansos dan kini dinyatakan mampu secara ekonomi. Keberhasilan ini dinilainya sebagai bukti bahwa pendekatan pemberdayaan—melalui pendidikan, pendampingan, dan pelatihan ekonomi—efektif mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah.
“Slogan hari ini tepat sekali: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya,” tambahnya.
Menko Muhaimin menjelaskan bahwa Presiden RI telah menginstruksikan percepatan pengentasan kemiskinan melalui berbagai terobosan, seperti penguatan Sekolah Rakyat, revitalisasi koperasi desa, pemberian bantuan tunai sementara, hingga perubahan paradigma pembangunan agar lebih tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi keluarga.
Presiden, lanjutnya, ingin anggaran negara menjadi stimulus yang benar-benar mendorong produktivitas dan meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan data kemiskinan agar segala bentuk bantuan tersalurkan kepada pihak yang paling membutuhkan.
“Pemberdayaan harus menjadi bagian menyatu dari seluruh program pemerintah, bukan hanya dalam upaya penanggulangan kemiskinan,” kata Menko Muhaimin.
Menutup pernyataannya, ia mengingatkan bahwa ketergantungan hanyalah kondisi sementara. Pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat diminta bersama-sama mendorong kemandirian sebagai energi utama pembangunan.
- Penulis: Redaksi



