Berita Terbaru
Beranda » Ekonomi » Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI

Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak
(Dok. Istimewa)

Bagi sebagian siswa, menabung mungkin masih identik dengan memasukkan uang ke dalam celengan. Namun bagi Selfi Nawawi N, siswi kelas 2 SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan, kegiatan BNI Sahabat Sekolah Rakyat membuka pemahaman baru tentang bagaimana kebiasaan menabung dapat dimulai sejak dini.

Selfi mengaku baru menyadari bahwa dirinya dapat memiliki tabungan melalui rekening meskipun belum bekerja. Pengalaman tersebut membuatnya mulai membayangkan tabungan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan.

“Ternyata kita bisa menabung menggunakan buku rekening meskipun belum kerja. Saya ingin mempunyai tabungan yang banyak untuk dipakai kuliah nantinya,” ujar Selfi.

Antusiasme serupa terlihat selama kegiatan berlangsung. Guru Biologi SMA SRT 3 Provinsi Sulawesi Selatan Tiyah Wasma Terru mengatakan, para siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi ketika diperkenalkan dengan ID card yang dapat dipindai, tabungan, dan buku rekening.

“Saya sangat senang karena ini merupakan hal baru bagi siswa. Mereka sangat antusias melihat dan mencoba ID card yang bisa di-scan. Mereka juga banyak bertanya mengenai tabungan dan buku rekening, sehingga menjadi pelajaran yang berharga dan baru bagi mereka,” ujar Tiyah.

Bagi Tiyah, pembelajaran seperti itu menjadi lebih bermakna karena siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana sebuah konsep diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa Sekolah Rakyat (Dok. Istimewa)

Dalam hal keuangan, misalnya, siswa mulai memahami bahwa menabung bukan hanya dilakukan melalui celengan. Mereka dapat melihat bagaimana dana tercatat di rekening dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat membantu mereka merencanakan kebutuhan di masa depan.

Pendekatan yang sama juga diterapkan dalam pembelajaran mengenai lingkungan, ketika materi pengelolaan limbah yang sebelumnya dipelajari di kelas dapat dipraktikkan secara langsung.

“Ini sangat penting karena siswa bisa melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Dalam hal keuangan, mereka bisa melihat bahwa menabung bukan hanya di celengan, tetapi juga bisa dibukukan dan mereka dapat melihat nominalnya. Begitu juga dengan pengelolaan limbah yang sebelumnya dipelajari melalui teori, sekarang mereka bisa mempraktikkannya secara langsung,” jelas Tiyah.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari BNI Sahabat Sekolah Rakyat, program PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang mendukung Program Sekolah Rakyat melalui empat pilar, yakni Cerdas Belajar, Cerdas Menabung, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, program tersebut dirancang agar siswa mendapatkan pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari dan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan mereka.

“Program ini dirancang untuk memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa sekaligus memperluas pengalaman belajar di lingkungan sekolah,” ujar Okki.

Menurut Okki, pembelajaran melalui praktik langsung menjadi penting karena membantu siswa membangun kebiasaan sejak dini, mulai dari menabung hingga menjaga lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, BNI tidak hanya memperkenalkan layanan keuangan, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami bagaimana keputusan sederhana hari ini dapat berpengaruh terhadap masa depan mereka.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus memperkuat kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan terhadap program pendidikan yang menyentuh kebutuhan dasar generasi muda.

Memasuki delapan dekade perjalanan dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI terus mendorong hadirnya ruang belajar yang tidak berhenti pada teori, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba, memahami, dan membangun kebiasaan baik sejak dini.

Siswa Sekolah Rakyat (Dok. Istimewa)

  • Penulis: Redaksi
expand_less