Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » COP Brasil: Serukan “COP of Truth”, Indonesia Tegaskan Kepemimpinan Iklim Nyata

COP Brasil: Serukan “COP of Truth”, Indonesia Tegaskan Kepemimpinan Iklim Nyata

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 11 Nov 2025

Brasil, 10 November 2025 — Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-30 (COP30) resmi dibuka di Kota Belem, Brasil, menandai babak baru komitmen global dalam menghadapi krisis iklim. Pembukaan ini menjadi momentum serah terima estafet kepemimpinan dari Azerbaijan kepada Brasil, sekaligus menandai dimulainya rangkaian COP30/CMP20/CMA7/SBI63/SBSTA63.

Indonesia hadir dengan kekuatan diplomatik yang solid. Delegasi dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, serta perwakilan dari lintas kementerian, dunia usaha, akademisi, dan pemuda. Komposisi ini mencerminkan sinergi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan iklim global.

Melalui jalur diplomasi formal, Indonesia berperan aktif dalam tujuh agenda utama perundingan, termasuk Global Stocktake, National Adaptation Plans (NAPs), Just Transition, dan Global Goal on Adaptation (GGA). Sementara melalui soft diplomacy, Paviliun Indonesia menjadi ruang kolaborasi yang menampilkan inisiatif konkret mitigasi dan adaptasi — mulai dari perdagangan karbon, konservasi hutan, hingga kerja sama bilateral dan multilateral di sektor lingkungan dan energi bersih.

“Indonesia datang bukan hanya membawa komitmen, tetapi aksi nyata. Dari hutan tropis, transisi energi bersih, hingga ekonomi karbon, kami berkontribusi aktif bagi bumi yang lebih tangguh,” ujar Hashim S. Djojohadikusumo.

Menteri Hanif menambahkan, “COP30 menjadi momentum pembuktian bahwa pembangunan hijau bukan sekadar idealisme, melainkan peluang nyata yang menguntungkan. Kepemimpinan Indonesia lahir dari aksi konkret, bukan sekadar janji.”

Dalam seremoni pembukaan, Presiden COP30 Andrea Corrêa do Lago menekankan optimisme Brasil untuk melanjutkan kepemimpinan global di isu iklim. Ia menyerukan agar COP30 menjadi “COP of Truth” — pertemuan yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan menjunjung integritas, serta menjadi titik balik bagi penerapan ekonomi hijau dan penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.

Sekretaris Eksekutif UNFCCC Simon Stiell mengingatkan kembali janji global dalam Paris Agreement untuk menurunkan emisi dan memperkuat ketahanan iklim. Ia menggambarkan Sungai Amazon sebagai simbol keterkaitan ekosistem dunia, menegaskan bahwa keberhasilan COP bergantung pada kolaborasi lintas negara, sektor, dan komunitas.

Sementara itu, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva meluncurkan Call for Action dengan tiga pilar utama:

  1. Mendorong seluruh negara meningkatkan komitmen Nationally Determined Contributions (NDC) dengan dukungan pembiayaan yang memadai.
  2. Memperkuat posisi politik isu iklim dengan membentuk Climate Council yang terhubung langsung ke Majelis Umum PBB.
  3. Menempatkan masyarakat sebagai pusat agenda iklim global agar krisis iklim tidak memperdalam kemiskinan dan ketimpangan.

Konferensi COP30 akan berlangsung hingga 21 November 2025 dan diharapkan menghasilkan kesepakatan implementatif untuk memperkuat aksi iklim global. Partisipasi aktif Indonesia melalui KLH/BPLH menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam membangun tata kelola lingkungan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berbasis sains. Indonesia menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar diplomasi, tetapi komitmen nasional untuk menjaga bumi bagi generasi mendatang.

  • Penulis: Redaksi
expand_less