BMKG Ungkap Potensi Gempa Besar Megathrust Indonesia di 13 Segmen Wilayah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal mengungkapkan adanya tiga sumber gempa aktif di Indonesia yang berpotensi menimbulkan gempa besar dalam waktu yang belum dapat diprediksi. Ketiganya adalah Megathrust Mentawai–Siberut, Megathrust Selat Sunda–Banten, dan Megathrust Sumba.
Dalam Rapat Kerja Timwas Penanganan Bencana DPR RI, Rabu (5/11/2025), Teuku menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 13 segmen megathrust yang terbentuk akibat pertemuan lempeng tektonik besar dunia. Dari keseluruhan segmen tersebut, tiga di antaranya saat ini belum mengalami gempa besar selama puluhan hingga ratusan tahun.
“Indonesia memiliki 13 segmen megathrust. Berdasarkan pemantauan kami, segmen di Mentawai, Selat Sunda, dan Sumba merupakan zona aktif yang sedang mengalami akumulasi energi tektonik dan belum melepaskan energi besar dalam waktu yang lama,” jelas Teuku.
Ia menegaskan bahwa potensi gempa besar di tiga wilayah tersebut bersifat alamiah dan bisa terjadi kapan saja tanpa tanda-tanda pasti.
“Diduga kuat saat ini sedang terjadi proses akumulasi energi yang dapat memicu gempa besar sewaktu-waktu. Namun, waktu dan kekuatannya tidak bisa diprediksi secara pasti,” ujarnya.
Teuku juga melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025, BMKG mencatat sebanyak 850 gempa bumi yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik nasional masih sangat tinggi.
“Selama 2025, tercatat 850 kali gempa dirasakan masyarakat. Ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman gempa bumi di Indonesia selalu ada dan harus terus diwaspadai,” tambahnya.
Berikut daftar 13 segmen megathrust yang menjadi sumber gempa besar di Indonesia menurut BMKG:
- Megathrust Aceh–Andaman (M9,2)
- Megathrust Nias–Simeulue (M8,7)
- Megathrust Pulau Batu (M8,7)
- Megathrust Mentawai–Siberut (M8,9)
- Megathrust Mentawai–Pagai (M8,9)
- Megathrust Enggano (M8,4)
- Megathrust Selat Sunda–Banten (M8,9)
- Megathrust Jawa Barat–Jawa Tengah (M8,7)
- Megathrust Jawa Timur (M8,7)
- Megathrust Sumba (M8,5)
- Megathrust Flores (M8,5)
- Megathrust Lempeng Laut Filipina (M8,2)
- Megathrust Utara Papua (M8,7).
Teuku menegaskan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan zona rawan gempa.
- Penulis: Redaksi



