Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » BGN Bantah Mitra SPPG Untung Bersih Rp 1,8 Miliar Per Tahun

BGN Bantah Mitra SPPG Untung Bersih Rp 1,8 Miliar Per Tahun

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 18 jam yang lalu
Dok. Istimewa

Badan Gizi Nasional (BGN) membantah isu yang menyebut mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperoleh keuntungan bersih hingga Rp 1,8 miliar per tahun. BGN menegaskan informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak sesuai dengan fakta teknis di lapangan.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menyatakan angka Rp 1,8 miliar bukanlah margin atau keuntungan bersih, melainkan bagian dari proses pengembalian investasi mitra pada tahap pertama dan kedua.

“Mitra mendapatkan ‘untung bersih’ Rp 1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi,” tegas Sony, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup pengembalian modal atas lahan, bangunan, dan peralatan dapur yang harus memenuhi standar tinggi. Peralatan SPPG tidak bisa disamakan dengan dapur rumah tangga karena harus menggunakan kompor bertekanan tinggi (high pressure), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penyaring lemak, serta sistem sanitasi sesuai standar.

Menurut Sony, insentif yang diberikan pemerintah merupakan bentuk penghargaan atas investasi besar yang telah dikeluarkan mitra dalam membangun fasilitas sesuai ketentuan.

Untuk memperoleh insentif tersebut, mitra wajib membangun SPPG berdasarkan Juknis 401.1 Tahun 2026 yang menetapkan standar teknis ketat. Estimasi investasi awal yang harus dikeluarkan mitra dari dana pribadi berkisar antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar, tergantung harga lahan dan lokasi. Investasi tersebut masuk kategori belanja modal (Capital Expenditure/CapEx).

Sony juga membantah tudingan bahwa mitra SPPG terafiliasi dengan partai politik tertentu. Ia menegaskan proses verifikasi dilakukan secara administratif dan teknis, tanpa mempertimbangkan latar belakang politik.

Verifikasi dilakukan oleh sekitar 120 orang yang memeriksa legalitas yayasan, identitas pimpinan, NPWP, NIB, serta kondisi lokasi. Pemeriksaan juga mencakup aspek keamanan dan kelayakan, seperti jarak dari kandang ternak atau potensi bahaya lingkungan.

Selain itu, survei lapangan turut dilakukan oleh sekitar 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tersebar di seluruh Indonesia. Survei tersebut berfokus pada spesifikasi teknis dan kondisi fisik dapur MBG.

BGN menegaskan bahwa proses seleksi dan verifikasi dilakukan secara profesional oleh tim verifikator, bukan oleh pimpinan lembaga, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.

  • Penulis: Redaksi
expand_less