Dari Padang ke Shanghai, Talenta Vokasi Kemenperin Tembus Peringkat 12 Dunia
- account_circle Redaksi
- calendar_month 36 menit yang lalu
- print Cetak

INOVASINEWS.NET – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global. Adapun capaian positifnya tercermin dari prestasi dua lulusan SMK-SMTI Padang yang berhasil menembus peringkat ke-12 dunia pada ajang WorldSkills Competition (WSC) 2026 di Shanghai, Tiongkok, pada 22–27 September 2026.
Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Adie Rochmanto Pandiangan menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan vokasi industri di bawah binaan Kemenperin telah mampu bersaing di tingkat internasional.
“Partisipasi SMK-SMTI Padang dalam WorldSkills Competition Shanghai 2026 menjadi bukti nyata bahwa kompetensi dan inovasi peserta didik di lingkungan Kementerian Perindustrian mampu bersaing dan mendapat pengakuan di kancah global,” kata Adie dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/10).
WorldSkills Competition merupakan ajang kompetisi keterampilan vokasi internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Kompetisi ini mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan dan keahlian pada beragam bidang yang dibutuhkan dunia industri.
Dalam ajang tersebut, Indonesia diwakili oleh dua lulusan SMK-SMTI Padang tahun 2025, yakni Berkah Langit Ramadhan dan Rijalul Zacky. Keduanya berkompetisi pada bidang Industry 4.0 yang menguji kemampuan peserta dalam mengelola sistem produksi berbasis teknologi digital.
Pada bidang ini, peserta dituntut menguasai berbagai kompetensi sebagai Digital Production Systems Technician, mulai dari merancang dan mengoptimalkan lini produksi cerdas (smart factory), merakit modul otomasi, mengintegrasikan sensor berbasis Internet of Things (IoT), menjaga keamanan siber jaringan industri, hingga mengidentifikasi dan menangani gangguan sistem produksi secara cepat dan tepat.
Berkat kemampuan dan persiapan yang matang, Berkah Langit Ramadhan dan Rijalul Zacky berhasil meraih peringkat ke-12 dengan total skor 686 poin. Capaian tersebut menempatkan wakil Indonesia di atas peserta dari sejumlah negara, antara lain Austria, Hungaria, Polandia, dan Australia.
Keberhasilan keduanya menembus kompetisi tingkat dunia tidak terlepas dari prestasi yang diraih sebelumnya pada WorldSkills ASEAN Competition 2025 di Manila, Filipina. Dalam ajang tersebut, Berkah Langit Ramadhan dan Rijalul Zacky berhasil meraih penghargaan Medallion for Excellence pada bidang Industry 4.0. Sementara itu, perwakilan sekolah vokasi Kemenperin turut mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih sembilan medali emas, satu medali perak, dan sembilan medali perunggu.
Adie mengapresiasi kerja keras, dedikasi, dan semangat kedua talenta muda tersebut dalam membawa nama Indonesia serta pendidikan vokasi industri Kemenperin ke tingkat dunia.
“Selamat kepada Langit dan Zacky atas pencapaian yang membanggakan ini. Perjalanan menuju panggung WorldSkills Competition Shanghai tentu membutuhkan persiapan, kerja keras, dan ketekunan. Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia, Kementerian Perindustrian, dan SMK-SMTI Padang di tingkat internasional,” ungkapnya.
Menurut Adie, keberhasilan tersebut juga didukung kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan vokasi, dan dunia industri. Sejumlah mitra industri, antara lain Festo Indonesia dan PT Mayora Indah Tbk, turut memberikan dukungan melalui pemusatan pelatihan di Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, pendampingan teknis, serta dukungan pendanaan kegiatan.
Partisipasi SMK-SMTI Padang sekaligus melanjutkan kiprah satuan pendidikan vokasi Kemenperin dalam kompetisi keterampilan internasional. Sebelumnya, pada WorldSkills Competition 2024 di Lyon, Prancis, SMK-SMTI Pontianak berhasil meraih peringkat ke-13 pada bidang Industry 4.0.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi industri, Kemenperin saat ini menaungi 13 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri yang tersebar di berbagai daerah. Seluruh satuan pendidikan tersebut memiliki spesialisasi keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan sektor industri.
Melalui pendidikan berbasis kompetensi dan penguatan kemitraan dengan dunia usaha serta dunia industri, Kemenperin terus mendorong lahirnya tenaga kerja industri yang terampil, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi persaingan global.
- Penulis: Redaksi
