PNM Mekaar Bantu Perempuan Ultra Mikro Tumbuh dan Terbebas dari Jerat Rentenir
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Jakarta, 28 September 2026 — Pemberdayaan perempuan melalui usaha ultra mikro tidak hanya berkaitan dengan akses modal. Lebih dari itu, pemberdayaan juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan keluarga, serta membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Melalui PNM Mekaar, perempuan prasejahtera mendapatkan akses pembiayaan sekaligus pendampingan untuk mengembangkan usaha ultra mikro. Program ini memberikan alternatif pembiayaan yang lebih terarah sehingga para pelaku usaha perempuan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman informal yang berpotensi membebani mereka.
Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Berbagai usaha yang dijalankan dari rumah, teras, dapur, hingga pasar lokal mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga dan menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Melalui PNM Mekaar, pemberdayaan perempuan tidak hanya dilakukan melalui pembiayaan. Terdapat tiga modal utama yang menjadi bagian dari proses pemberdayaan, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial
Modal finansial diberikan melalui akses pembiayaan untuk mendukung keberlangsungan usaha. Sementara itu, modal intelektual diperkuat melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha. Adapun modal sosial tumbuh melalui kebersamaan dan solidaritas antaranggota dalam kelompok.
Pendampingan berbasis kelompok juga memberikan kesempatan kepada para ibu untuk belajar mengelola usaha, meningkatkan kepercayaan diri, serta saling memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan usaha.
Salah satu kekuatan dalam pemberdayaan perempuan melalui PNM Mekaar adalah terbentuknya kelompok yang memiliki kedekatan sosial antaranggota.
Dalam kelompok tersebut, ketua kelompok memiliki peran penting sebagai penggerak dan penghubung antaranggota. Tidak hanya mengoordinasikan pertemuan, ketua kelompok juga dapat menjadi tempat berbagi pengalaman, memberikan semangat, dan mendorong anggota untuk terus mengembangkan usahanya.
Kebersamaan tersebut membentuk modal sosial yang dapat memperkuat resiliensi ekonomi perempuan. Para anggota tidak lagi menghadapi tantangan usaha seorang diri, tetapi memiliki lingkungan yang dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan saling mendukung.
Salah satu kisah pemberdayaan perempuan hadir dari Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati. Ia mengembangkan usaha rengginang berbahan hasil olahan laut serta usaha catering.
Berawal dari usaha sederhana, Eko berupaya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarganya sekaligus membuka kesempatan bagi ibu-ibu di sekitarnya untuk memperoleh penghasilan
“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan. Pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut, dan mau maju bersama,” ujar Eko.
Kisah Eko menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika disertai akses pembiayaan, pendampingan, serta dukungan komunitas.
- Penulis: Redaksi
