Berita Terbaru
Beranda » Nasional » 3 Minggu Hadapi Karhutla, Kemenhut Perkuat Dukungan Kesehatan dan Keselamatan Manggali Agni

3 Minggu Hadapi Karhutla, Kemenhut Perkuat Dukungan Kesehatan dan Keselamatan Manggali Agni

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 38 menit yang lalu
  • print Cetak
Dok. Kementerian Kehutanan

INOVASINEWS.NET – Pontianak, 26 Agustus 2026. Hampir tiga minggu personel Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Di tengah operasi yang masih berlangsung, Kementerian Kehutanan memperkuat perlindungan kesehatan personel melalui pemeriksaan medis, pemberian multivitamin dan nutrisi tambahan, serta dukungan oksigen portabel di Markas Daops Pontianak, Kecamatan Rasau Jaya.

Sebanyak 65 personel Manggala Agni Daops Pontianak saat ini diperkuat 15 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi, serta bekerja bersama TNI, Polri, BNPB, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur lainnya dalam pengendalian karhutla.

Tim medis dari Klinik Pratama Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap personel yang meliputi tekanan darah, kondisi pernapasan, serta konsultasi medis. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi personel setelah menjalani operasi lapangan sekaligus memastikan kesiapan mereka untuk melanjutkan tugas dengan aman. Kemenhut juga menyediakan multivitamin, nutrisi tambahan, dan oksigen portabel sebagai bagian dari dukungan kesehatan selama operasi berlangsung.

Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, mengatakan perhatian terhadap kondisi personel menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasi pengendalian karhutla, terlebih setelah pasukan bekerja dalam waktu panjang.

“Operasi sudah berjalan hampir tiga minggu. Kita harus memastikan personel yang berada di garis depan tetap sehat dan dapat bekerja dengan aman. Mereka menghadapi panas, asap, kelelahan dan kondisi lapangan yang tidak ringan. Karena itu, dukungan kepada Manggala Agni bukan hanya soal peralatan pemadaman dan logistik operasi, tetapi juga kesehatan, nutrisi, pemulihan kondisi fisik dan keselamatan personel,” ujarnya.

Menurut Suharyono, perhatian terhadap kondisi kesehatan personel merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan kepada jajaran Kementerian Kehutanan agar penanganan karhutla tetap memperhatikan keselamatan orang-orang yang bekerja langsung di lapangan. Pemeriksaan kesehatan juga diperlukan untuk mengetahui lebih dini apabila terdapat personel yang membutuhkan penanganan medis maupun waktu pemulihan sebelum kembali bertugas.

Kepala Daops Manggala Agni Pontianak, Taufik, mengatakan operasi yang berlangsung cukup panjang menuntut pengaturan kekuatan dan kondisi personel secara cermat. Kehadiran tambahan 15 personel BKO dari Sulawesi membantu memperkuat operasi sekaligus menjaga keberlanjutan penugasan.

“Teman-teman sudah hampir tiga minggu berada dalam operasi. Setelah pemadaman, pekerjaan belum selalu selesai karena masih ada pendinginan dan patroli untuk memastikan api tidak kembali muncul. Dalam kondisi seperti ini, stamina dan kesehatan anggota harus benar-benar dijaga. Pemeriksaan kesehatan membantu kami mengetahui kondisi personel, sementara tambahan BKO sangat membantu menjaga kekuatan pasukan di lapangan,” ujar Taufik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Tim Kementerian Kehutanan yang diwakili Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, bersama Plt. Kepala BPHL Wilayah X selaku Koordinator Wilayah UPT Kementerian Kehutanan di Kalimantan Barat, Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, serta tim medis Klinik Pratama Manggala Wanabakti.

Kemenhut turut memberikan apresiasi kepada Manggala Agni, termasuk personel BKO dari Sulawesi yang datang memperkuat operasi di Kalimantan Barat. Apresiasi juga disampaikan kepada TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, relawan, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur yang bekerja bersama dalam pencegahan dan pengendalian karhutla.

Operasi yang berlangsung dalam waktu panjang membawa beban fisik yang tidak ringan. Personel di lapangan harus menghadapi panas, paparan asap, kelelahan, dan kondisi medan yang menantang saat menjalankan pemadaman, pendinginan, hingga patroli. Karena itu, keberlanjutan operasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel dan kesiapan peralatan, tetapi juga oleh kondisi kesehatan dan keselamatan petugas yang berada di garis depan.

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian karhutla sejalan dengan kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dengan perhatian yang sama pada keselamatan petugas dan perlindungan masyarakat. Manggala Agni dan seluruh unsur di lapangan bekerja agar api tidak meluas dan asap tidak semakin membebani warga. Karena itu, menjaga kesehatan mereka yang menghadapi api sama pentingnya dengan menjaga masyarakat yang mereka lindungi. Pengendalian karhutla bukan hanya soal memadamkan kebakaran, tetapi memastikan petugas pulang dengan selamat, masyarakat tetap terlindungi, dan hutan tetap terjaga.

  • Penulis: Redaksi
expand_less