Perkuat Program MBG, GAMDI dan PERSAGI Kolaborasi Pengawasan Standarisasi Gizi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, 11 MEI 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional mulai memasuki fase implementasi yang lebih substansial. Fokus pemerintah kini tidak hanya terbatas pada distribusi makanan secara masif, tetapi juga mulai menyasar pada kualitas nutrisi, ketatnya pengawasan rantai pasok, hingga efektivitas program dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan strategis antara Gabungan Mitra Dapur Makanan Bergizi (GAMDI) dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) yang berlangsung di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (11/5). Pertemuan ini menjadi momentum awal terciptanya ekosistem kolaboratif antara pelaksana teknis dapur gizi dengan para pakar nutrisi nasional.
Rombongan GAMDI yang dipimpin langsung oleh Riyad diterima oleh Ketua Umum PERSAGI, Doddy Iswardy, beserta jajaran pengurus pusat. Dialog tersebut fokus pada pengembangan standar operasional prosedur (SOP) dapur MBG, pengawasan kualitas bahan pangan, serta program edukasi gizi bagi masyarakat luas.
“Selain bersilaturahmi, kami hadir untuk memperkenalkan peran GAMDI dalam ekosistem ini sekaligus menjajaki berbagai rencana strategis bersama PERSAGI. Sinergi ini krusial untuk memastikan bahwa kandungan gizi dalam setiap paket makanan yang kami distribusikan benar-benar presisi dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak-anak serta remaja,” ujar Riyad.
Pihak PERSAGI menyambut positif inisiatif kolaborasi ini. Sebagai organisasi profesi, PERSAGI menegaskan bahwa keberhasilan program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto memerlukan keterlibatan lintas sektor secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.
Ketua Umum PERSAGI, Doddy Iswardy, menggarisbawahi bahwa aspek paling krusial terletak pada kualitas rantai pasok. “Keberhasilan program ini bergantung pada bagaimana kita mengelola sumber protein, bahan pangan laut, hingga hasil pertanian agar sampai ke daerah dengan tingkat stunting tinggi dalam kondisi terbaik. Pengawasan kualitas adalah harga mati,” tegasnya.
Lebih lanjut, Doddy menjelaskan bahwa misi utama program MBG adalah menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan target ambisius menurunkan angka stunting hingga ke level 5 persen. Menurutnya, stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan hambatan serius bagi perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia masa depan Indonesia.

Gizi dari PERSAGI untuk GAMDI
Melalui kolaborasi ini, GAMDI dan PERSAGI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memastikan setiap rupiah yang dialokasikan pemerintah untuk program MBG bertransformasi menjadi kualitas kesehatan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
- Penulis: Redaksi
