Mendekati Lebaran, 308 Ribu Warga Jateng Telah Manfaatkan Gerakan Pangan Murah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu

INOVASINEWS.NET – GROBOGAN – Menjelang Lebaran, antusiasme warga terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membeludak. Sejak Januari hingga mendekati Idulfitri 2026, tercatat sekitar 308 ribu warga telah memanfaatkan program ini di 35 kabupaten/ kota.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, mengatakan pihaknya terus menggelar GPM untuk meringankan beban masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok. Dari Januari hingga mendekati Lebaran, Senin (2/3/2026), pemprov telah mengadakan 308 kegiatan GPM.
“Artinya dari 308 kegiatan (GPM dilakukan), berarti sudah ada kurang lebih ya 308 ribu orang yang bisa menerima manfaat dengan harga lebih murah,” kata Broto, ditemui di sela kegiatan GPM di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Senin (2/3/2026).
Di Balai Desa Mayahan, warga berduyun-duyun mendatagi stan GPM. Ada beragam komoditas yang dijual ke masyarakat dengan harga murah. Seperti beras medium Rp62.500 per 5 kg, telur ayam Rp26.500 per kg, gula pasir Rp15 ribu per kg, bawang merah Rp15 ribu per 0,5 kg, bawang putih Rp13.500 per 0,5 kg, cabai Rp5 ribu per pak, dan lainnya.
Menurut Rini, program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dihelat, untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.
“Dalam GPM ini kami menyediakan pangan pokok strategis seperti beras, minyak, gula, telur, supaya masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah memberikan fasilitasi distribusi, sehingga harga di sini sama dengan harga produsen,” ujarnya.
Di Grobogan ini, tuturnya, disediakan 4 ton beras, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kg telur dan ayam ras, serta masing-masing 200 kg bawang merah, bawang putih, dan cabai. Dalam kesempatan, Pemprov juga bekerja sama dengan Bumdes, hingga Gapoktan setempat, agar bisa saling membantu sesama.
Pengurus Gapoktan Ngudi Mulyo Purwodadi, Suwarjo menyampaikan, petani yang tergabung di Gapoktan sangat terbantu dengan kerja sama yang dilakukan dengan pemerintah. Pihaknya merasa sangat diuntungkan, sehingga harapannya kerja sama bisa dilanjutkan lagi ke depan.
“Senang sekali. Ya saling menguntungkan gitu lah. Kami juga bisa ngisi kas di Gapoktan dan sebagainya. Jadi anggota bisa menikmati kesejahteraan dari pemerintah,” terangnya.
Pada GPM kali ini, kata Suwarjo, pihaknya menggelontorkan beras sesuai permintaan pemerintah yaitu 1 ton, dengan harga Rp 13.500 per kg, dengan kualitas beras yang bagus. Apalagi, saat ini hasil panen petani bagus.
“Tahun ini sementara kualitas beras itu sangat baik. Soalnya tidak ada yang rebah,” tuturnya.
Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar hari itu, Perum Bulog melalui Gudang Depok Grobogan menyediakan 2 ton beras SPHP dan 1.000 liter minyak goreng.
Kepala Gudang Bulog Depok Grobogan, Muh Hanif Wahyudi, mengatakan beras yang dijual merupakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram, atau setara Rp11.400 per kilogram.
Selain beras, Bulog juga menyediakan minyak goreng kemasan 2 liter dengan harga Rp30.000 per kemasan, atau Rp15.000 per liter. Total minyak yang disiapkan mencapai 1.000 liter.
Guna pemerataan, Bulog memberlakukan pembatasan pembelian. Setiap warga maksimal dapat membeli dua kemasan beras (10 kilogram) dan satu kemasan minyak goreng (2 liter).
“Karena peminatnya cukup banyak, kita batasi maksimal dua pak beras dan satu pak minyak per orang,” jelasnya.
Sistem pembelian dilakukan secara tunai tanpa kupon. Untuk menghindari pembelian berulang, petugas akan menandai warga yang telah melakukan pembelian.
Hanif menambahkan, antusiasme masyarakat terpantau cukup tinggi, terutama karena kegiatan ini berlangsung saat Ramadan, saat kebutuhan bahan pokok meningkat. Melalui kegiatan GPM, diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih stabil dan terjangkau.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya kegiatan GPM terutama jelang Lebaran. Selisih harga kebutuhan pokok dibanding pasaran dinilai cukup signifikan dan meringankan beban belanja rumah tangga.
Sri Kusrini (47), warga setempat, mengatakan dirinya terbantu sekali dengan kegiatan GPM. Menurutnya, aksi hemat ini sangat meringankan beban belanja keluarganya. Menurutnya, menjelang Lebaran harga sejumlah kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan. Minyak goreng, gula pasir, dan telur rata-rata naik sekitar Rp1.000 per item.
Hal senada disampaikan Ike Maelani, warga Desa Mayahan. Dia mengaku senang karena harga minyak goreng di GPM lebih murah. Untuk kemasan dua liter, dia membayar Rp30.000 saja.
“Senang, harganya lebih murah. Tapi dibatasi satu orang satu pak minyak,” katanya.
Fitriani, warga lainnya, mengaku merasakan manfaat kegiatan tersebut. Sembako murah, membuatnya bisa memanfaatkan uangnya untuk jajan anak.
“Harapannya kegiatan ini sering diadakan lagi,” ungkapnya.
- Penulis: Redaksi



