Kemenimipas Dorong Inovasi Pengolahan Pupuk Organik Kolaborasi Unsoed & Warga Binaan Nusakambangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 11 Feb 2026

INOVASINEWS.NET – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus memperkuat program pembinaan produktif bagi Warga Binaan melalui pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) Pengolahan Pupuk Organik di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenimipas dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yang ditinjau langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Komisi XIII DPR RI, Selasa (10/2).
Kunjungan kerja tersebut bertujuan meninjau langsung pelaksanaan pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus memastikan efektivitas pemanfaatan lahan produktif di Nusakambangan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satu fokus utama kunjungan adalah pengolahan pupuk organik berbahan dasar limbah kotoran hewan dengan teknologi mikroba inovatif hasil riset tim akademisi Unsoed.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa pengembangan program ketahanan pangan, termasuk pengolahan pupuk organik, merupakan bagian dari penyelarasan kebijakan kementerian dengan arah pembangunan nasional.
“Tentunya kami membangun ketahanan pangan kan kita selaraskan antara temuan-temuan yang kami inventarisir pada saat awal kami menjabat. Banyak temuan lahan idle (lahan tidur). Kemudian yang kedua, di Nusakambangan ini banyak lahan kita yang karena tidak diawasi dengan baik, tidak dikelola dengan baik, masyarakat ini berpotensi untuk melakukan penggarapan,” ujar Menteri Agus.
Lebih lanjut, pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong produktivitas warga binaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. “Oleh karena itu, untuk mencegah itu supaya jangan meluas, kami menyelaraskan dengan arah kebijakan Bapak Presiden karena beliau sangat fokus terhadap masalah ketahanan pangan. Di samping juga masalah-masalah yang lain yang tentu saja rekan-rekan sudah ketahui seperti makan bergizi gratis, ketahanan energi, kemudian Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan lain-lain.” tambah Menteri Agus.
Pengolahan pupuk organik ini memanfaatkan kotoran sapi, domba, ayam, dan kelelawar, yang diproses menggunakan cairan aktivator berbasis mikroba dari jeroan sapi. Inovasi ini mampu mempercepat proses pengomposan, menekan bau tidak sedap, serta menghasilkan pupuk berkualitas tinggi untuk mendukung produktivitas tanaman pangan. Produk pupuk organik ini telah dipasarkan secara daring dan diminati masyarakat, dengan capaian penjualan hingga ratusan kilogram dalam kegiatan pameran.
Melalui kerja sama dengan Unsoed, Kemenimipas tidak hanya menghadirkan pelatihan teknis pengolahan pupuk, tetapi juga memperkenalkan pendekatan ilmiah dalam pembinaan Warga Binaan. Pendampingan langsung dari para akademisi memungkinkan transfer pengetahuan, inovasi teknologi, serta peningkatan kualitas produk yang berdaya saing. Program ini sekaligus menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi Warga Binaan agar siap berkontribusi secara produktif setelah kembali ke masyarakat.
Keberadaan BLK Pengolahan Pupuk Organik di Nusakambangan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan pupuk organik berkualitas untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan. Produk ini membantu petani memperoleh alternatif pupuk ramah lingkungan dengan harga terjangkau, sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan. Selain itu, program ini turut membuka peluang ekonomi baru, memperkuat jejaring kemitraan, serta meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.
Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan model pembinaan produktif berbasis kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui inovasi pengolahan pupuk organik di Nusakambangan, Kemenimipas berharap dapat menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial yang luas.
- Penulis: Redaksi



