Khofifah Tegaskan Jawa Timur Siap Menjadi Lumbung Talenta Digital Nasional
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjadikan daerahnya sebagai lumbung talenta digital nasional melalui penguatan sektor pendidikan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang diikuti 2.600 tenaga pendidik secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 190 peserta secara luring di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim serta 2.410 peserta daring yang berasal dari berbagai satuan pendidikan di Jawa Timur.
Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki modal strategis untuk berkontribusi besar dalam agenda pembangunan nasional, khususnya pada penguatan talenta digital. Dengan jumlah penduduk yang besar, keberagaman lembaga pendidikan, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus tumbuh, Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas kuat sebagai pusat lahirnya talenta digital unggul.
“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Karena itu, pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, serta terintegrasi dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional,” ujar Khofifah, dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (21/1/2026).
Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma pembangunan. Pendidikan dan pengelolaan sumber daya manusia, menurutnya, tidak lagi dapat ditempatkan sebagai sektor pendukung semata.
“Pendidikan dan pengelolaan SDM harus diposisikan sebagai instrumen utama dalam transformasi bangsa,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Khofifah menyatakan bahwa kekuatan bangsa ke depan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
- Penulis: Redaksi



