2.400 Jemaah Ikuti Manasik Haji Depok 2026, Rudy Ambary: “Haji Bukan Wisata Religi”
- account_circle Redaksi
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

INOVASINEWS.NET – Sebanyak 2.400 jemaah haji Kota Depok mengikuti Manasik Haji Tingkat Kota Depok 2026 yang digelar di Masjid Duyufurrahman, Jatijajar, Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Direktur Pengawasan Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Rudy Ambary, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah harta dan fisik (العبادة المالية والبدنية) yang menuntut kesiapan materi sekaligus kekuatan jasmani.
“Ibadah harta yang dimaksud berhaji memerlukan biaya, mulai dari perjalanan, konsumsi, prelengkapan untuk pribadi dan lain sebagainya sementara ibadah fisik, tentu kondisi tubuh harus sehat karena serangkaian ibadah melibatkan aktivitas tubuh mulai dari tawaf, sai, wukuf di arofah, bermalam di mina serta lempar jumrah,” terangnya.
Dia juga mengatakan haji bukan wisata religi yang tujuan utamanya jalan-jalan namun ibadah yang suci karena terdapat nilai-nilai spiritual.
“Haji bukanlah wisata religi, melainkan perjalanan spiritual. Dalam perjalanan ini akan ada berbagai ujian yang mengajarkan jemaah untuk bersyukur dan bersabar,” ujarnya.
Menurutnya, jika mampu melewati berbagai ujian tersebut, jemaah akan meraih haji mabrur yang ditandai dengan sikap ikhlas, ridha, dan sabar. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada yang benar-benar “khatam” dalam mempelajari haji dan umrah, karena setiap pelaksanaan selalu menghadirkan pengalaman baru.
“Penyelenggaraan haji juga dipengaruhi banyak faktor yang tidak terduga karena dilaksanakan di negara dengan aturan berbeda, sehingga jemaah harus mampu beradaptasi,” tambahnya.
Rudy menegaskan bahwa jemaah haji adalah tamu Allah, dan setiap orang memiliki skenario perjalanan masing-masing. Oleh karena itu, kesabaran menjadi kunci utama yang akan terus diuji selama pelaksanaan ibadah.
Kesempatan yang sama, Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam sambutannya menyampaikan pesan “2S” kepada para jemaah, yakni syukur dan sabar. Ia menekankan bahwa kesempatan berhaji merupakan panggilan Allah SWT yang tidak semua orang dapatkan.
“Yang pertama adalah syukur. Yang kedua adalah sabar. Dalam setiap kondisi selama berhaji, jemaah harus sabar agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan pulang menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Fauzan, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji Kota Depok tahun ini mencapai 2.400 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut peningkatan kuota ini sebagai kabar baik dan berkah bagi masyarakat Depok yang telah lama menantikan kesempatan berhaji.
Selain pembekalan tata cara ibadah, jemaah juga mendapatkan materi kesehatan sebagai bekal penting selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Bimbingan manasik dilaksanakan sebanyak enam kali, terdiri dari satu kali tingkat kota dan lima kali di tingkat kecamatan.
Jemaah haji Kota Depok dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dari Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.
- Penulis: Redaksi
